ARTOTEL Group Dukung Eastern Indo Collective Tampil di Korea Selatan

beritaKUH- ARTOTEL Group mendukung Eastern Indo Collective (EIC), kolektif musik yang mengangkat seni dan budaya Indonesia Timur, untuk tampil di festival musik internasional di Incheon, Korea Selatan, pada 7 November 2026. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus membuka peluang bagi talenta daerah menembus panggung global.

Chief Operating Officer (COO) ARTOTEL Group, Eduard Rudolf Pangkarego, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan seni, budaya, dan sumber daya manusia yang perlu mendapat ruang lebih luas agar dikenal masyarakat internasional.

“Indonesia sangat kaya. Sebenarnya sayang kalau kekayaan yang kita miliki tidak dimaksimalkan untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” ujar Eduard saat ditemui dalam peluncuran Wyndham Garden dan Ramada by ARTOTEL, 16 Oktober 2026.

Menurut Eduard, seni dan budaya dapat menjadi sarana diplomasi yang efektif untuk memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia. Tidak hanya melalui musik, kekayaan budaya juga tercermin dalam tarian, ekspresi, dan cara masyarakat menyampaikan kisah kehidupan mereka.

Perjuangan Talenta Indonesia Timur

Salah satu alasan ARTOTEL Group mendukung EIC adalah perjuangan para anggotanya dalam mewujudkan kesempatan tampil di luar negeri. Sejumlah anggota kolektif tersebut berasal dari Kepulauan Kei, Maluku, dan harus menempuh perjalanan panjang dengan biaya yang tidak sedikit untuk mengikuti persiapan pertunjukan.

Eduard mengaku tersentuh melihat semangat para anggota EIC yang terus berupaya di tengah keterbatasan. Bagi sebagian anggota, perjalanan tersebut bahkan menjadi pengalaman pertama naik pesawat dan mengunjungi Jakarta.

“Ketika bertemu mereka, kita bisa melihat senyum dan semangat mereka. Saya merasa tersentuh melihat perjuangan seperti itu,” katanya.

Ia menilai, talenta dari berbagai daerah di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang memadai. Karena itu, keterlibatan sektor swasta dinilai penting untuk membantu membuka akses bagi pelaku seni lokal menuju panggung internasional.

Dukungan ARTOTEL Terbentuk dalam Sepekan

Eduard menjelaskan, dukungan ARTOTEL Group bermula dari pertemuan yang difasilitasi Ni Made Ayu Marthini dari Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata. Pertemuan tersebut membuka komunikasi mengenai kebutuhan dan peluang dukungan bagi EIC.

Menurutnya, keputusan untuk mendukung kolektif musik tersebut terbentuk dalam waktu relatif singkat, yakni kurang dari satu minggu sejak komunikasi awal. Semangat para anggota dan potensi budaya yang mereka bawa menjadi pertimbangan utama.

Bagi ARTOTEL Group, kesempatan tampil di luar negeri bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan juga peluang bagi seniman daerah untuk memperkenalkan karya, identitas, dan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens yang lebih luas.

Eduard juga menekankan pentingnya menghadirkan kabar positif melalui kegiatan kreatif dan kebudayaan.

“Kita membutuhkan good news, kita membutuhkan berita-berita positif. Karena itu, kita ingin mendukung lebih banyak hal yang bisa membawa kabar baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Bawa Budaya Indonesia Timur ke Panggung Dunia

Eastern Indo Collective dijadwalkan tampil di Incheon, Korea Selatan, pada 7 November 2026, dengan memadukan musik modern, tarian, dan unsur tradisional Indonesia Timur.

Penampilan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para anggota EIC untuk menunjukkan keragaman seni Nusantara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat internasional.

Dukungan ARTOTEL Group menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pelaku seni dalam memperluas kesempatan bagi talenta lokal. Dengan akses dan dukungan yang tepat, kreativitas dari daerah diharapkan mampu berkembang, memperoleh pengakuan lebih luas, serta membawa identitas budaya Indonesia ke panggung dunia.