ALVA Paparkan Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik ke DPR

beritaKUH- ALVA memaparkan perkembangan dan tantangan industri kendaraan listrik roda dua kepada Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) RUU Kawasan Industri di Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/9).

Chief Executive Officer ALVA Purbaja Pantja menyampaikan sejumlah perspektif industri, mulai dari kapabilitas manufaktur, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), penguatan rantai pasok lokal, hingga kesiapan infrastruktur dan ekosistem kendaraan listrik.

“Pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya tentang kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhannya secara berkelanjutan,” ujar Purbaja.

Sejak 2021, PT Ilectra Motor Group (IMG) melalui ALVA mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang mencakup riset dan pengembangan, manufaktur, kepemilikan IP lokal, distribusi, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual.

Fasilitas manufaktur ALVA di Cikarang memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 unit per tahun dan menerapkan konsep smart manufacturing berbasis Industry 4.0. Seluruh lini produk ALVA juga telah memiliki TKDN di atas 40%.

Untuk memperkuat penggunaan komponen lokal, ALVA menggandeng pemasok dalam negeri, termasuk dua industri kecil dan menengah (IKM) binaan Kementerian Perindustrian yang memasok komponen battery box dan battery bracket.

Menurut Purbaja, peningkatan TKDN masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti skala pasar kendaraan listrik yang berkembang, kesiapan pemasok, kebutuhan investasi teknologi dan tooling, serta kepastian pasar dan arah kebijakan.

ALVA juga menilai kawasan industri memiliki peran penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Selain infrastruktur dasar dan logistik, kawasan industri dinilai dapat diperkuat melalui penyediaan energi bersih, infrastruktur pengisian daya, fasilitas riset dan pengujian bersama, serta peningkatan kemampuan IKM lokal.

Hingga September 2026, ALVA mencatat telah memiliki lebih dari 590 konektor Boost Charge, 19 titik penjualan termasuk 10 ALVA Experience Center, serta lebih dari 130 titik layanan purnajual di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, ALVA berharap pengalaman dan kebutuhan pelaku industri dapat menjadi masukan dalam pembahasan RUU Kawasan Industri, khususnya agar pengembangan kawasan semakin selaras dengan kebutuhan industri kendaraan listrik.