beritaKUH- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan konsep desain transformasi Blok M Fase Ultimate. Proyek ini akan memperluas ruang publik sekaligus mengubah kawasan Blok M Hub menjadi kawasan perkotaan yang lebih modern, terintegrasi, inklusif, dan berorientasi transit.

Konsep tersebut diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Blok M Hub, Selasa (6/10/2026), bekerja sama dengan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD). Peluncuran turut dihadiri Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Koordinator Staf Khusus Gubernur Firdaus Ali, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harifan Paloh, jajaran Pemprov DKI Jakarta, serta Direksi dan Dewan Komisaris MRT Jakarta.

Pramono menekankan, transformasi kawasan tidak boleh menghilangkan karakter Blok M sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan Jakarta. Menurut dia, Blok M harus tetap menjadi ruang yang hidup, menjadi tempat bekerja, berinteraksi, sekaligus berkembang bersama budaya dan kreativitas anak muda.

“Selama proses transformasi, tetap memegang konsep utama Blok M sebagai tempat yang bersifat hidup, tempat untuk bekerja yang tidak putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak muda, dan juga tradisi budaya baru hasil kolaborasi yang datang dari mana saja,” ujar Pramono.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, terdapat lima aspek utama dalam transformasi Blok M Fase Ultimate. Pertama, revitalisasi terminal menjadi lebih modern dan terintegrasi. Kedua, pengembangan kawasan mixed-use Blok M-Sisingamangaraja yang lebih mudah diakses, inklusif, dan dinamis.
Ketiga, penguatan integrasi dan interkoneksi antarmoda bagi pejalan kaki. Keempat, pengembangan destinasi komersial baru yang mencakup gerai retail, gaya hidup, serta food and beverages. Kelima, penyediaan ruang terbuka publik yang lebih aman dan nyaman untuk berinteraksi.
Setiap hari, sekitar 25 ribu pengunjung datang ke Blok M Hub. Tingginya aktivitas tersebut menjadi salah satu alasan MRT Jakarta menyiapkan desain baru dengan ruang interaksi yang lebih nyaman dan aman. Transformasi ini ditujukan untuk menjadikan kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis, dan layak huni.
Dari sisi pembiayaan, revitalisasi Blok M Hub tidak menggunakan APBD. MRT Jakarta selaku pengelola kawasan akan mengandalkan skema creative financing melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis.
Transformasi akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal mencakup revitalisasi terminal dan Blok M Hub bagian retail dengan target penyelesaian pada 2029, kemudian dilanjutkan pembangunan gedung mixed-use pada tahun berikutnya.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rencana jangka panjang kawasan berorientasi transit Blok M-Sisingamangaraja, yang mencakup area sekitar Stasiun Blok M dan Stasiun ASEAN. Pengembangan kawasan ini mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 55 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Blok M dan Sisingamangaraja.
Pramono juga menyebut transformasi Blok M dapat menjadi contoh penerapan konsep transit-oriented development (TOD) yang tidak hanya diterapkan pada sektor transportasi, tetapi juga dikembangkan di kawasan lain seiring pembangunan sistem transportasi publik perkotaan Jakarta.



