beritaKUH- KAI Services terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan meningkatkan kompetensi para frontliner. Pelatihan dan pembinaan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan standar layanan tetap konsisten di berbagai wilayah operasional.

Sebagai perusahaan jasa pelayanan, KAI Services menilai frontliner memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan pelanggan. Karena itu, kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi dan hospitality terus dikembangkan melalui berbagai program pelatihan.
Direktur Utama KAI Services Krisna Arianto mengatakan, pembinaan diberikan kepada seluruh frontliner yang tersebar di Regional 1 hingga Regional 11 di Pulau Jawa dan Sumatera.
“Secara konsisten kami memberikan pelatihan dan pembinaan kepada seluruh frontliner. Saat ini kami juga memiliki Training Center yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas simulasi untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, yang berada di Purwokerto, Jawa Tengah,” ujar Krisna.
Menurutnya, frontliner merupakan representasi perusahaan yang berhadapan langsung dengan pelanggan. Karena itu, kualitas pelayanan menjadi hal yang harus terus dijaga.
“Saya selalu menekankan kepada para frontliner KAI Services bahwa baik buruknya dan ramah tidaknya wajah KAI ada di tangan mereka. Untuk itu, kualitas pelayanan yang mereka tampilkan harus benar-benar dijaga agar dapat dirasakan langsung oleh pelanggan,” katanya.
Krisna menambahkan, tantangan menjaga konsistensi layanan semakin besar dengan jumlah pekerja KAI Services yang mencapai sekitar 28.000 orang dan tersebar di berbagai wilayah.
“Dengan jumlah personel yang begitu besar dan tersebar di berbagai wilayah, kunci yang paling penting adalah konsistensi. Bagaimana seluruh insan KAI Services dapat memberikan pelayanan yang sesuai standar, di mana pun mereka bertugas,” ujarnya.
Pelatihan yang diberikan tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan kemampuan interpersonal. Salah satunya melalui pelatihan hospitality yang mencakup komunikasi, bahasa tubuh, hingga cara membangun interaksi positif dengan pelanggan.
Salah satu frontliner KAI Services, Zara, mengaku merasakan manfaat dari pelatihan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan dapat langsung diterapkan saat menjalankan tugas sebagai prami di kereta.
“Saya selalu mengikuti pelatihan hospitality yang dilakukan KAI Services karena banyak materi pengembangan diri yang bisa saya dapatkan. Mulai dari bagaimana menggunakan bahasa tubuh yang baik saat berhadapan dengan pelanggan hingga cara berkomunikasi yang sopan agar dapat memberikan kesan yang baik saat melayani pelanggan di kereta,” kata Zara.



