beritaKUH- KAI Services meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Stasiun Gambir, Jakarta, pada 8 Oktober 2026. Fasilitas ini menjadi proyek percontohan untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus mendorong pemanfaatan sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Peresmian yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 KAI tersebut merupakan langkah KAI Group dalam memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan atau sustainability. TPS 3R juga diharapkan dapat mendukung pengurangan emisi karbon, meningkatkan kualitas lingkungan stasiun, serta menciptakan area pelayanan publik yang lebih bersih dan nyaman bagi penumpang.
Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui TPS 3R, sampah yang sebelumnya langsung dibuang ke TPA akan dipilah dan diolah terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan kembali.
“Ke depannya, TPS3R ini dapat membiayai dirinya sendiri, baik itu untuk kebutuhan listrik, peralatan serta perlengkapan melalui pemilahan dan pemanfaatan sampah,” ujar Krisna.
Menurut dia, fasilitas tersebut juga diharapkan membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di lingkungan stasiun. Selain mengurangi volume sampah, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran penumpang untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Sementara itu, Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan pembangunan TPS 3R di Stasiun Gambir dilakukan melalui kolaborasi KAI Group, pemerintah, mitra pengelola lingkungan, pelaku ekonomi sirkular, serta masyarakat dan pelanggan kereta api. Sinergi ini menjadi fondasi untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Ixfan menegaskan, TPS 3R tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah residu, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk baru yang bernilai ekonomi. Melalui pengolahan yang tepat, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat digunakan kembali, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di kawasan stasiun.



