beritaKUH- Upaya mempercepat pemulihan penyintas stroke kini tak lagi cukup mengandalkan layanan medis. Kolaborasi lintas komunitas, teknologi kesehatan, rumah sakit hingga layanan wellness mulai didorong menjadi satu ekosistem terpadu. Langkah inilah yang tengah diperkuat Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI) melalui ekspansi program KRESHNA di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Ketua Umum KRESHNA sekaligus Founder Outbond Maritim Indonesia dan SHINEE Holistik Happiness Rehabilitasi Center, DR. Ir. Haryanto Suryo Panguripan, M.Pd.I, mengatakan kolaborasi menjadi kunci untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan rehabilitasi yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan saat kunjungan dan koordinasi Program SHINEE di Markas Besar KRESHNA Medika, Malioboro Mall, Yogyakarta. Kegiatan turut melibatkan Koordinator Lapangan Jogja-Jateng IB. Haryanto serta tim Asosiasi Sumber Daya Therapist Yogyakarta (ASDTY).

KRESHNA juga memperkuat kemitraan dengan Goperiksa sebagai platform layanan pemeriksaan kesehatan digital yang dapat diakses masyarakat melalui aplikasi.
Dorong Deteksi Dini Stroke Berbasis Teknologi
Penguatan ekosistem tersebut diwujudkan melalui program Wellness Station KRESHNA, yang mengintegrasikan Anjungan Telehealth Masyarakat Sehat (ATM Sehat) dengan layanan terapi medis dan wellness.
CEO PT Tele Sehat Indonesia, Ns. Sigit M. Nuzul, M.Biomed, menjelaskan ATM Sehat dirancang sebagai stasiun pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini yang terkoneksi dengan internet. Hasil pemeriksaan tersimpan secara digital dan dapat dianalisis untuk membantu mendeteksi risiko penyakit, termasuk stroke.

Masyarakat selanjutnya dapat memperoleh edukasi kesehatan dari dokter klinik atau rumah sakit mitra maupun melalui dukungan AI Health Assistance.
Sementara itu, Ketua Harian KRESHNA sekaligus Founder KRESHNA Medika, Suhadi, SH, M.Hum, menyebut pihaknya tengah menyiapkan kolaborasi bersama YASTROKI Yogyakarta dan sejumlah rumah sakit pemerintah maupun swasta di Yogyakarta serta Jawa Tengah. Program tersebut ditargetkan terus berjalan hingga akhir 2026.
Wellness Station juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan kebugaran pasien VIP dan pengguna poli eksekutif. Layanan wellness, termasuk massage kebugaran, akan melibatkan tim ALENAHOZ dan HOZLEE Rumah Sehat Holistik.

JakiMu ke-13 Jadi Bukti Kolaborasi di Lapangan
Semangat kolaborasi tersebut turut diwujudkan melalui kegiatan JakiMu ke-13 yang digelar YASTROKI Cabang Yogyakarta di Kapanewon Ngaglik, Sleman, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang digagas H. AR. Iskandar bersama Hj. Latifah Iskandar itu diikuti 178 peserta, termasuk sahabat strokers. Mereka berjalan kaki sejauh sekitar 7 kilometer, dari Joglo DakwahMu Al Masykuri hingga Masjid Ahmad Dahlan, PCM Ngaglik.

Setibanya di lokasi, peserta dan masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tekanan darah, kolesterol, asam urat dan gula darah, serta konsultasi dokter dengan dukungan RSUD Sleman dan RS UAD.
Enam unit ambulans disiagakan untuk mendukung kegiatan, termasuk dua unit Ambulance Cahaya Foundation yang berkolaborasi dengan KRESHNA Medika Yogyakarta.
Tak hanya kesehatan, JakiMu ke-13 juga membawa pesan pelestarian lingkungan melalui pembagian bibit Salam, Tabebuya, Alpukat dan Mahoni. Kegiatan turut diramaikan seni budaya lokal dan gerakan Sodaqoh Sampah PP Muhammadiyah.
Suhadi menegaskan KRESHNA ingin mengambil peran lebih besar dalam mempercepat pemulihan dampak stroke di Indonesia, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental, ekonomi dan spiritual.
“Kami siap menjadi bagian dari solusi melalui kolaborasi dengan komunitas, rumah sakit, dunia usaha, serta kementerian dan lembaga pemerintah,” kata Suhadi.
Menurutnya, penguatan jejaring tersebut diharapkan mampu membuka akses layanan yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem penanganan stroke yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Masyarakat yang ingin bergabung dalam Komunitas KRESHNA dapat menghubungi 0813-1551-9911 atau +62 813-1503-0777.



