beritaKUH- Sisa abu vulkanik setelah erupsi tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga bisa menempel pada kendaraan. Bagi pemilik motor listrik, kondisi ini kerap memunculkan kekhawatiran, terutama terkait keamanan baterai dan sistem kelistrikan.
Pengguna juga diimbau melakukan perawatan yang tepat agar kendaraan tetap aman dan performanya terjaga setelah terpapar abu vulkanik.

“Kami segenap keluarga besar Polytron turut prihatin dan bersimpati atas musibah erupsi yang menimpa masyarakat di wilayah terdampak. Kami berharap kondisi lingkungan dan aktivitas warga dapat segera pulih sepenuhnya,” ujar Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly.
Menurut Ilman, pengguna tidak perlu panik terkait kondisi baterai. Sistem kelistrikan dan baterai motor listrik Polytron disebut telah dirancang dengan proteksi maksimal. Namun, pembersihan sisa abu tetap perlu dilakukan dengan cara yang tepat.
Salah satu perlindungan yang diandalkan terdapat pada baterai motor listrik Polytron lini Fox Electric, khususnya Fox 350, yang telah mengantongi sertifikasi IP67. Baterai tersebut juga menggunakan casing aluminium yang dirancang untuk melindungi komponen di dalamnya dari paparan air dan debu.
Meski demikian, pengguna sebaiknya tidak langsung mengendarai motor jika jalan masih dipenuhi abu vulkanik tebal. Selain berpotensi membuat permukaan jalan licin, debu yang beterbangan juga dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan.
Untuk membersihkan motor yang terkena abu, Polytron menyarankan pengguna tidak langsung mengelap bodi dalam kondisi kering. Partikel abu vulkanik yang tajam berisiko menggores permukaan cat.
Langkah pertama yang disarankan adalah mengguyur seluruh bagian motor menggunakan air mengalir bertekanan rendah. Biarkan air meluruhkan abu dari permukaan kendaraan, kemudian lanjutkan dengan pencucian menggunakan sabun khusus kendaraan.
Dengan perawatan tersebut, pengguna dapat membantu menjaga kondisi motor listrik tetap optimal setelah melewati paparan abu vulkanik. Polytron juga mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih.



