beritaKUH- Studio TUI memasuki usia lima tahun dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar merayakan ulang tahun, brand fashion ini menggelar malam apresiasi yang memadukan fashion, musik, seni, dan komunitas melalui perayaan bertajuk “SETENGAH DEKADE” di Bengkel Space, Fairground SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (13/9/2026).

Perayaan tersebut menjadi penanda perjalanan Studio TUI sejak berdiri lima tahun lalu sekaligus bentuk apresiasi kepada pelanggan loyal, komunitas Tui Babes, influencer, sahabat, dan berbagai pihak yang telah ikut tumbuh bersama brand tersebut.
Co-Founder Studio TUI, Jos Acha dan Hani Kenisha, mengatakan perjalanan lima tahun Studio TUI tidak terlepas dari dukungan banyak orang yang berada di belakang perkembangan brand.
“Studio TUI mungkin dimulai dari dua orang, tetapi kami percaya kami tidak mungkin bisa sampai di titik ini tanpa dukungan dan campur tangan orang-orang yang berjalan bersama kami selama lima tahun. Malam ini adalah tentang merayakan mereka,” ujar Jos Acha dan Hani Kenisha.
Koleksi Wastra Jadi Sorotan
Salah satu daya tarik utama perayaan “SETENGAH DEKADE” adalah presentasi koleksi terbaru Studio TUI. Koleksi ini membawa semangat keberagaman perempuan Indonesia sekaligus mengeksplorasi kekayaan wastra Nusantara.
Studio TUI memadukan berbagai kain tradisional dari sejumlah daerah, di antaranya lurik Jawa, endek Bali, sutra Bugis, dan tenun Jepara. Wastra tersebut kemudian diolah dalam siluet yang lebih modern, feminin, dan disesuaikan dengan gaya perempuan masa kini.
Lewat koleksi tersebut, Studio TUI ingin menunjukkan bahwa keberagaman dapat dirangkai menjadi sesuatu yang harmonis.

Beragam wastra dengan karakter dan cerita masing-masing dipertemukan dalam satu karya sebagai gambaran keberagaman Indonesia yang tetap relevan dengan perkembangan fashion modern.
Raisa hingga Patricia Gouw Ramaikan Perayaan
Tak hanya menghadirkan fashion, “SETENGAH DEKADE” juga dikemas sebagai malam yang menggabungkan unsur musik dan entertainment.
Penyanyi Raisa tampil sebagai salah satu pengisi acara utama. Kehadirannya melengkapi perayaan lima tahun Studio TUI dan memberikan warna tersendiri dalam malam yang mempertemukan para pelaku serta komunitas lifestyle.
Sementara itu, Patricia Gouw dan Ankatama turut hadir membawa energi sepanjang acara. Perpaduan fashion, musik, seni, dan figur dari dunia lifestyle membuat perayaan tersebut dikemas sebagai pengalaman bagi para tamu, bukan sekadar agenda anniversary.
Lima Tahun, Tumbuh Bersama Komunitas
Bagi Studio TUI, perjalanan lima tahun juga tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Tui Babes. Komunitas ini menjadi bagian dari identitas brand sekaligus ruang bagi para pelanggan untuk tumbuh dan berbagi pengalaman bersama Studio TUI.
Para Tui Babes dinilai bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga bagian dari perjalanan brand melalui dukungan, pengalaman menggunakan produk, hingga interaksi yang ikut membangun karakter Studio TUI.
“Kami selalu merasa beruntung karena sepanjang perjalanan TUI, kami dipertemukan dengan banyak orang baik. Tui Babes adalah salah satu bagian paling penting dari perjalanan tersebut. Kami ingin terus membangun hubungan ini dan tumbuh bersama mereka,” ujar Acha.
Memasuki tahun kelima, Studio TUI pun tidak ingin menjadikan “SETENGAH DEKADE” sebagai titik akhir. Momentum ini justru dipandang sebagai awal untuk memasuki babak baru dengan lebih banyak eksplorasi kreatif, koleksi, kolaborasi, dan cerita bersama komunitas.
“Lima tahun ini bukan puncak dari perjalanan Studio TUI. Kami justru melihatnya sebagai awal dari cerita baru yang lebih menyenangkan. Kami ingin terus tumbuh bersama komunitas dan orang-orang baik yang selama ini sudah berjalan bersama kami,” kata Hani.
Melalui perayaan tersebut, Studio TUI menegaskan arah perjalanannya untuk berkembang bukan hanya sebagai brand fashion, tetapi juga sebagai komunitas yang mengedepankan kebersamaan, kreativitas, dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia.



