beritaKUH- Kebutuhan energi dan infrastruktur digital yang terus meningkat mendorong kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting. Hal itu menjadi salah satu sorotan utama IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, asosiasi, dan penyedia teknologi untuk memperkuat fondasi ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia.

Digelar di JIExpo Kemayoran pada 2-5 September 2026, Energy Week 2026 mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”. Pameran ini mengintegrasikan tiga sektor strategis, yakni data center, ketenagalistrikan, serta battery dan energy storage yang dinilai semakin saling berkaitan dalam menopang pertumbuhan industri Indonesia.
Selama empat hari penyelenggaraan, Energy Week mencatat 15.614 trade attendees dan melibatkan lebih dari 450 perusahaan dari 29 negara. Selain pameran, agenda tersebut menghadirkan 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders serta mendapat dukungan 12 asosiasi industri.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, mengatakan Energy Week kini berkembang bukan sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar gagasan dan merumuskan rekomendasi bagi perkembangan industri berkelanjutan.
“Ketiga sektor ini: kelistrikan, battery and energy storage, dan data center menunjukkan keterkaitan yang mutlak. Melalui pertemuan ketiganya dalam satu platform, kami telah menyaksikan perkembangan teknologi masing-masing sekaligus memahami bagaimana keterhubungan antarsektor membuka ruang kolaborasi,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi tersebut berpotensi membentuk ekosistem energi yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.

Komitmen keberlanjutan juga diterapkan dalam penyelenggaraan IEE Series 2026. Pamerindo Indonesia mengembangkan berbagai inisiatif yang mengacu pada 17 Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, mulai dari penggunaan armada taksi emisi nol, EV shuttle, penyediaan SPKLU, pengelolaan sampah, daur ulang material pameran, stasiun pengisian air gratis, hingga program Better-Stands.
Program Better-Stands memberikan apresiasi kepada peserta yang menerapkan praktik keberlanjutan, termasuk melalui penggunaan material stan yang dapat digunakan kembali dan mengurangi limbah.
Tiga penghargaan Better-Stands pada Energy Week 2026 diraih peserta pameran internasional. Salah satunya Goneo, yang mengembangkan produk stopkontak dengan masa pakai hingga 20 tahun dan dirancang agar mudah didaur ulang.
Distributor Goneo di Indonesia, Sandy dari PT Karunia Teknologi Kreasindo, mengatakan konsep keberlanjutan juga diterapkan pada stan pameran dengan mengurangi penggunaan material cetak dan memilih bahan yang mudah didaur ulang.
Peserta lain, Jiangsu Acrel Electrical Manufacturing, mendapat apresiasi setelah menggunakan kembali konstruksi stan dari pameran sebelumnya. Sementara itu, TYT Smart Energy menyoroti pentingnya keandalan sistem dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur energi, termasuk melalui teknologi Automatic Transfer Switch (ATS) yang memungkinkan perpindahan sumber listrik ketika terjadi gangguan.
Libatkan Generasi Muda
Keberlanjutan industri tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, Energy Week 2026 turut membuka ruang bagi generasi muda untuk terhubung langsung dengan dunia industri.
Salah satunya melalui gagasan Daniyah Deluca dari PT Eco Energy Nusantara yang mengembangkan pemanfaatan biomassa kering dan limbah plastik non-daur ulang sebagai bahan bakar padat alternatif.
“Bagi kami, sustainability berarti melihat limbah bukan sebagai beban, melainkan sebagai bagian dari solusi,” kata Daniyah.
Keterlibatan generasi muda juga diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Kepala Departemen Interdisiplin Keteknikan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Chairul Huda, menilai dunia pendidikan kini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga talenta yang mampu memberikan dampak dan berinovasi.
“Kami ingin mencetak talenta yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga adaptif dan siap berinovasi,” ujarnya.
Program Student Visit bertajuk Connecting the Disconnected menjadi salah satu wadah yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pelajar dengan industri serta asosiasi. Selama empat hari, program tersebut melibatkan 403 pelajar dan mahasiswa dari tujuh institusi pendidikan.
Berakhirnya Energy Week 2026 sekaligus menandai kelanjutan rangkaian IEE Series 2026 melalui Engineering Week yang akan berlangsung pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran.
Engineering Week akan menempati area lebih dari 88.000 meter persegi dan melibatkan lebih dari 1.600 peserta pameran, dengan menghadirkan sejumlah sektor strategis, antara lain Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Southeast Asia, Water Indonesia, ADEXCO, serta GIFA-METEC Indonesia.



