beritaKUH- Ancaman kebakaran di tengah musim kemarau mendorong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperkuat kesiapsiagaan warga di sekitar kawasan operasionalnya. Sebanyak 30 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) disalurkan kepada masyarakat sekitar Depo Cawang dan Kantor Pusat Transjakarta, Jumat (11/9/2026).

Tak hanya membagikan APAR, Transjakarta juga menggelar pelatihan dan simulasi penggunaannya bagi perwakilan warga Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar. Edukasi ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat melakukan mitigasi kebakaran sejak dini.
Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan (Dega), mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran membutuhkan keterlibatan bersama antara perusahaan dan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama dalam membangun budaya keselamatan, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Dega.
Menurut Dega, keberadaan APAR harus dibarengi kemampuan menggunakannya. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh warga diharapkan dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada keluarga dan tetangga.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan berbagai potensi sumber kebakaran, terutama instalasi listrik dan peralatan yang berisiko memicu api.
“Harapan kita bersama adalah APAR tersebut tidak pernah perlu digunakan karena potensi kebakaran dapat kita cegah sejak awal,” katanya.
Sebanyak 30 APAR tersebut didistribusikan ke sejumlah titik permukiman warga yang berada di sekitar kawasan operasional Transjakarta, meliputi RW 05, RW 06, RW 07, dan RW 08.
Selain memperkuat mitigasi kebakaran, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Transjakarta untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat sekitar Depo Cawang dan Kantor Pusat.
Dega menyebut tingginya mobilitas operasional Transjakarta di kawasan tersebut pada kondisi tertentu dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat dinilai penting.
“Keselamatan tidak mengenal batas antara lingkungan perusahaan dan lingkungan masyarakat. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Dega.
Melalui pelatihan dan penyaluran APAR ini, Transjakarta berharap masyarakat semakin siap menghadapi potensi kebakaran, khususnya selama periode musim kemarau.



