beritaKUH- Sekitar 1,5 juta perjalanan dilakukan pelanggan Transjakarta setiap hari. Jumlah tersebut menjadi peluang besar untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan membantu mengurangi polusi udara di Jakarta.
Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Mohamad Deddy Gamawan (Dega), mengatakan pilihan masyarakat dalam bepergian turut menentukan kualitas lingkungan perkotaan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri International Day of Clean Air di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (6/9).

“Setiap hari ada 1,5 juta perjalanan yang dilakukan bersama Transjakarta. Ini bukan sekadar angka, tetapi 1,5 juta kesempatan untuk memilih cara bepergian yang lebih ramah lingkungan,” ujar Dega.
Untuk mengurangi polusi, Transjakarta terus menambah jumlah bus listrik. Saat ini, sebanyak 500 bus listrik telah beroperasi dari total lebih dari 4.620 armada yang melayani Jakarta dan sekitarnya.
Jumlah bus listrik terus meningkat, dari 100 unit pada 2023 menjadi 300 unit pada 2024 dan 500 unit pada 2025. Transjakarta menargetkan setengah armadanya menggunakan tenaga listrik pada 2027 dan seluruh bus listrik pada 2030.
“Bus listrik merupakan salah satu langkah nyata kami untuk mengurangi polusi. Namun, perubahan ini bukan hanya soal jumlah bus listrik, melainkan juga bagaimana menghadirkan layanan yang nyaman sehingga masyarakat memilih transportasi umum dalam kesehariannya,” kata Dega.
Selain menambah bus listrik, Transjakarta juga terus mempermudah masyarakat berpindah dari satu layanan ke layanan lainnya. Upaya tersebut dilakukan dengan menghubungkan Transjakarta dan Mikrotrans, serta menyediakan pilihan perjalanan dengan berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan fasilitas parkir untuk melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum.
Langkah ini diharapkan membuat perjalanan masyarakat lebih mudah sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Dalam kegiatan International Day of Clean Air, Transjakarta mengusung semangat “Bersama Transjakarta untuk Melangkah Lebih Hijau” melalui berbagai kegiatan, seperti Green Mobility Talk, Electric Bus Experience, Green Mobility Exhibition, Clean Air Challenge, dan Green Movement.
Dega menegaskan, menciptakan udara yang lebih bersih membutuhkan peran bersama.
“Memilih naik transportasi umum, berjalan kaki, menggunakan sepeda, dan memanfaatkan layanan yang saling terhubung merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat. Jika dilakukan bersama oleh jutaan pelanggan setiap hari, dampaknya akan jauh lebih besar,” ujarnya.



