Wiper Bosch Genap 100 Tahun, Visibilitas Jadi Kunci Keselamatan Berkendara

beritaKUH- Hujan dan kaca depan yang tak lagi bersih bisa menjadi kombinasi berbahaya bagi pengemudi. Ketika pandangan terganggu, kemampuan membaca kendaraan, marka jalan, hingga potensi risiko di depan ikut menurun.

Kondisi tersebut mendorong Bosch Mobility Aftermarket mengingatkan pentingnya menjaga visibilitas kendaraan, seiring peringatan 100 tahun teknologi wiper Bosch. Bosch menilai wiper dan sistem washer yang berfungsi optimal merupakan bagian penting dari kesiapan kendaraan, terutama saat menghadapi cuaca buruk.

Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan RI, Heri Prabowo, yang menyampaikan pesan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan dalam diskusi Bosch di Jakarta, menegaskan bahwa keselamatan harus dijaga sepanjang siklus hidup kendaraan.

“Keselamatan jalan bertumpu pada kendaraan yang laik, pengemudi yang kompeten, serta infrastruktur dan ekosistem yang mendukung,” ujarnya.

Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan visibilitas merupakan aspek penting karena keputusan pengemudi sangat bergantung pada informasi visual.

“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” kata Yannes.

Menurutnya, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen. Air, kabut, maupun sisa sapuan pada kaca dapat menurunkan kontras pandangan sehingga objek di jalan lebih lambat terdeteksi.

Wiper Mulai Lemah, Jangan Tunggu Rusak

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, mengatakan teknologi harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata manusia.

“Bagi Bosch, teknologi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru. Melalui prinsip Invented for Life, kami ingin memastikan bahwa inovasi memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia,” ujarnya.

Memasuki 2026, Bosch menandai satu abad perjalanan teknologi wiper. Selama periode tersebut, kebutuhan dasar pengemudi untuk mendapatkan pandangan yang jelas tetap menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi kendaraan.

Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, mengingatkan pengemudi tidak menunggu wiper rusak total sebelum menggantinya.

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” kata Griselda.

Tanda wiper mulai bermasalah antara lain meninggalkan garis air, menimbulkan suara berdecit, bergerak tidak mulus, atau tidak membersihkan kaca secara merata.

Bosch juga menekankan pentingnya memilih wiper yang sesuai spesifikasi kendaraan, memasangnya dengan benar, serta memastikan produk berasal dari kanal pembelian tepercaya.

Selain edukasi, Bosch menjalankan inisiatif Care for Sight bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) dengan memberikan kontribusi wiper untuk mendukung kendaraan ambulans.

Bosch menilai menjaga visibilitas bukan sekadar urusan mengganti komponen, tetapi bagian dari kebiasaan menjaga kesiapan kendaraan sebelum digunakan. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Bosch melalui Beres, Bosch, yakni menghadirkan solusi yang membantu pengguna menjalani perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.