Dari Penyintas Stroke, Suhadi Buktikan Pengabdian Tak Mengenal Batas

beritaKUH- Pernah mengalami stroke pada 10 Oktober 2019, Suhadi, SH., M.Hum., justru menjadikan masa pemulihan sebagai titik balik untuk terus berkarya dan mengabdi.

Bersama caregiver Yuli Rhomadhoni, S.Kom., dan putranya, Abimanyu Aulia Ulum Fadilah, ia membuktikan bahwa stroke bukan akhir kehidupan, melainkan awal untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Sebagai Ketua Harian KRESHNA, Founder KRESHNA Medika sekaligus Senior Strategic Partnership di perusahaan multinasional, Suhadi tetap aktif menjalankan berbagai tugas sosial dan kemasyarakatan. Aktivitasnya dilakukan melalui roadshow dan penguatan kolaborasi program rehabilitasi stroke di berbagai wilayah Indonesia.

Pada 24–25 Agustus 2026, Suhadi mendampingi roadshow DR. Ir. Haryanto Suryo Panguripan, M.Pd.I., Ketua Umum KRESHNA dan Ketua Umum Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI), di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Koordinasi juga dilakukan bersama RM. Gema Sasmita untuk memperkuat jejaring dan mendukung target YDKI menuju kolaborasi berskala internasional.

Penguatan kolaborasi turut dilakukan bersama KOWANI dalam rangkaian Gebyar HUT RI ke-81 pada 26 Agustus 2026. Sinergi tersebut diarahkan pada penguatan peran perempuan, kedaulatan pangan serta pengembangan produk pangan Indonesia agar memiliki daya saing global.

Di Yogyakarta, rombongan juga memonitor Program KRESHNA Medika di Malioboro Mall. Bersama IB. Haryanto dan tim ASDTY, dibahas potensi pengembangan layanan yang didukung sekitar 900 therapist bersertifikat BNSP serta peluang kemitraan dengan hotel dan kawasan perumahan melalui layanan digital GOPERIKSA.

Agenda roadshow selanjutnya mencakup persiapan kolaborasi dengan YASTROKI Yogyakarta, RS JIH Purwokerto dan dukungan kegiatan RS Husada Jakarta bersama BPJS pada 27 Agustus 2026.

Salah satu program yang dipersiapkan adalah STROKE FRIENDLY bersama Klinik Utama Bidakara Medical Center Bintaro. Program ini ditargetkan memberikan akses layanan bagi pegawai dan pensiunan Bank Indonesia maupun masyarakat umum.

YDKI juga mengembangkan WELLNESS STATION sebagai bagian dari ekosistem layanan preventif dan rehabilitasi. Program ini mengintegrasikan Anjungan Telehealth Masyarakat Sehat (ATM Sehat) dengan layanan terapi medical dan wellness. Data pemeriksaan kesehatan dapat tersimpan dalam aplikasi dan mendukung deteksi dini, termasuk risiko stroke, dengan dukungan teknologi AI serta konsultasi tenaga kesehatan.

Layanan wellness juga diarahkan untuk rumah sakit, klinik, perusahaan dan masyarakat, termasuk layanan kebugaran bagi pasien VIP dan keluarga pasien melalui tim ALENAHOZ & HOZLEE.

Melalui rangkaian program tersebut, YDKI menargetkan penguatan solusi pemulihan dampak stroke dari aspek fisik, mental, ekonomi hingga spiritual. Gerakan ini sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan kementerian, lembaga pemerintah dan sektor swasta untuk memperluas manfaat bagi penyintas stroke dan keluarganya.

Kisah Suhadi menjadi pesan kuat bahwa keterbatasan akibat stroke tidak harus menghentikan pengabdian. Dengan dukungan keluarga, caregiver dan komunitas, penyintas stroke tetap dapat berkarya, berdaya dan memberi manfaat bagi lingkungan.

Masyarakat yang ingin bergabung dalam Komunitas KRESHNA dapat menghubungi 0813-1551-9911 atau +62 813-1503-0777.