YDKI Perkuat Kolaborasi Lintas Komunitas, Dorong Layanan Kesehatan Lansia dan Pemulihan Stroke

beritaKUH- Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI) memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas dan entitas untuk memperluas layanan kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui kerja sama sosial mapping bersama ARUNALA Institut & Foundation, yang diarahkan pada penguatan layanan kesehatan lansia dan kesiapan generasi sandwich.

Ketua Umum KRESHNA sekaligus Founder Outbond Maritim Indonesia, DR. Ir. Haryanto Suryo Panguripan, M.Pd.I, mengatakan kolaborasi lintas komunitas menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program YDKI di masyarakat.

Kolaborasi dengan ARUNALA Institut & Foundation juga mendapat sambutan positif dari Co-Founder sekaligus Direktur Eksklusif ARUNALA Institut & Foundation, Dyah Larasati.

Ia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam tata laksana screening kesehatan bagi lansia, sekaligus mempersiapkan generasi sandwich agar mampu menjalankan peran estafet dalam pendampingan keluarga.

Upaya tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan konsep Economic Care 2027–2045, sehingga perhatian terhadap kesehatan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan aspek sosial dan ekonomi.

YDKI berkolaborasi juga dilakukan bersama PT Fajar Farmatama. Perusahaan yang berkedudukan di Menara Bidakara 2, Jakarta Selatan, tersebut menghadirkan Bidakara Medical Center dan jaringan Apotek Farmarin yang tersebar di sejumlah kota, kabupaten, dan provinsi di Indonesia.

Direktur Bisnis dan Komersial PT Fajar Farmatama, apt. Asmu Ali Mauladi, S.Farm, bersama dr. Widya Karmadyanti dan Robianto Saputra, S.Gz, menyampaikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan dengan tagline “Peduli, Profesional, Bersahabat.”

Sementara itu, Ketua Harian KRESHNA sekaligus Senior Strategic Partnership, Suhadi, SH., M.Hum., menegaskan kesiapan tim YDKI untuk memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan multinasional.

YDKI menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi Wellness Station yang terdiri atas ATM Sehat, ALEENAHOZ/HOZLEE, GOPERIKSA, serta KBD.

Ekosistem tersebut dikembangkan untuk saling mendukung dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, mulai dari layanan dasar hingga fasilitas kesehatan lanjutan yang didukung aplikasi super app.

Menurut YDKI, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan dampak stroke di Indonesia.

Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya mencakup aspek fisik, tetapi juga mental, ekonomi, dan spiritual. YDKI juga membuka peluang kerja sama strategis dengan kementerian dan lembaga pemerintah.

Dalam keterangannya, YDKI turut menyoroti penerbitan PP Nomor 31 Tahun 2026 yang disebut berkaitan dengan hak konsesi penyandang disabilitas pada sembilan sektor.

YDKI menilai kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu landasan untuk memperluas akses dan manfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam Komunitas KRESHNA, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor 0813-1551-9911 atau +62 813-1503-0777.